Vollständiger Abstract
Worum geht es in dieser Arbeit?
Pendahuluan: Hepatitis B merupakan penyakit infeksi yang dapat menyebabkan gangguan hati kronis, sirosis, dan karsinoma hepatoseluler. Lansia memiliki kerentanan yang lebih tinggi terhadap dampak infeksi akibat penurunan fungsi imun dan tingginya prevalensi penyakit kronis. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan mengoptimalkan pencegahan hepatitis B melalui skrining kesehatan dan edukasi pada lansia. Metode: Kegiatan dilaksanakan menggunakan pendekatan Plan–Do–Check–Act (PDCA) yang mengintegrasikan pemeriksaan hepatitis B surface antigen (HBsAg), hepatitis B surface antibody (HBsAb), dan penyuluhan kesehatan. Sebanyak 38 lansia dengan rerata usia 77,29±7,49 tahun mengikuti kegiatan. Hasil: Pemeriksaan menunjukkan seluruh peserta (100%) memiliki HBsAg negatif, sehingga tidak ditemukan infeksi hepatitis B aktif. Pemeriksaan HBsAb menunjukkan 10 peserta (26,3%) memiliki antibodi protektif, sedangkan 28 peserta (73,7%) negatif. Kesimpulan: Temuan ini menunjukkan bahwa sebagian besar peserta belum memiliki kekebalan terhadap hepatitis B. Skrining berbasis komunitas yang disertai edukasi kesehatan dapat meningkatkan kesadaran, mendukung deteksi dini, dan memperkuat upaya pencegahan hepatitis B pada lansia.
Bibliografischer Nachweis
Publikationsdaten
- Autor:innen
- Sari Mariyati Dewi, Alexander Halim Santoso
- Quelle
- Jurnal Pengabdian Masyarakat Bunda Delima
- Publikation
- 2026-08-10
- Band / Ausgabe
- 5 / 2
- Seiten
- 252-260
- ISSN / ISBN
- 2985-668X, 2985-7058
- Zitationen
- 0 laut Crossref
- Referenzen
- 0 hinterlegt
Zitieren
Zitierfähiger Nachweis
Sari Mariyati Dewi, Alexander Halim Santoso (2026). Optimalisasi Pencegahan Hepatitis B pada Lansia melalui Pendekatan Edukasi dan Skrining Kesehatan. Jurnal Pengabdian Masyarakat Bunda Delima, 5 (2), 252-260. https://doi.org/10.59030/jpmbd.v5i2.173