Frag' FlorenceEvidenz. Klar. Anwendbar.
Uhr 7/8Sources Journal Tree
Easy Demo

Crossref · journal-article

Hubungan Kadar Glukosa Darah dan Jumlah Limfosit dengan Derajat Infeksi Luka pada Pasien Ulkus Diabetikum

Sevia Putri, Sulastyawati, Taufan Arif, Budiono

Borneo Nursing Journal (BNJ) · 2026 · Band 8 · Ausgabe 2 · S. 1968-1979

Vollständiger Abstract

Worum geht es in dieser Arbeit?

Ulkus diabetikum merupakan komplikasi kronis diabetes melitus yang sering ditemukan dalam praktik klinis dan menjadi penyebab utama morbiditas akibat tingginya resiko infeksi, ganggren, serta amputasi pada ekstermitas bawah. Faktor kadar glukosa darah dan jumlah limfosit diduga berperan penting dalam menentukan derajat infeksi luka. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan kadar glukosa darah dan jumlah limfosit dengan derajat infeksi luka pada pasien ulkus diabetikum. Penelitian menerapkan desain cross sectional dengan teknik purposive sampling, melibatkan 35 pasien ulkus diabetikum. Instrumen penelitian berupa lembar observasi derajat infeksi kaki diabetes. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan signifikan antara kadar glukosa darah dengan derajat infeksi luka (p = 0,001; r = 0,704), yang menandakan hubungan kuat dan searah. Selain itu, jumlah limfosit juga berhubungan signifikan dengan derajat infeksi luka (p = 0,001; r = -0,753), menunjukkan hubungan kuat namun berlawanan arah. Hiperglikemia kronis menimbulkan mikroangiopati yang ditandai dengan penebalan dinding kapiler, berkurangnya elastisitas, serta hambatan aliran darah ke jaringan perifer. Akibatnya, suplai oksigen dan nutrisi ke jaringan kulit maupun saraf motorik tidak optimal, sehingga kulit menjadi rapuh, mudah rusak, dan fungsi motorik terganggu. Lebih lanjut, hambatan aliran darah ini menimbulkan hipoksia jaringan yang memperburuk kerusakan sel sekaligus menciptakan lingkungan ideal bagi pertumbuhan bakteri. Dalam kondisi tersebut, terjadi peradangan aktif yang ditandai dengan peningkatan jumlah neutrofil. Sebaliknya, limfosit sebagai bagian dari sistem imun adaptif mengalami penurunan akibat apoptosis yang dipicu mediator inflamasi, redistribusi ke jaringan terinfeksi, serta gangguan proliferasi akibat stres sistemik.

Bibliografischer Nachweis

Publikationsdaten

Autor:innen
Sevia Putri, Sulastyawati, Taufan Arif, Budiono
Quelle
Borneo Nursing Journal (BNJ)
Publikation
2026-08-12
Band / Ausgabe
8 / 2
Seiten
1968-1979
ISSN / ISBN
2685-5054, 2654-8453
Zitationen
0 laut Crossref
Referenzen
0 hinterlegt

Zitieren

Zitierfähiger Nachweis

Sevia Putri, Sulastyawati, Taufan Arif, Budiono (2026). Hubungan Kadar Glukosa Darah dan Jumlah Limfosit dengan Derajat Infeksi Luka pada Pasien Ulkus Diabetikum. Borneo Nursing Journal (BNJ), 8 (2), 1968-1979. https://doi.org/10.61878/bnj.v8i2.1070
RIS BibTeX CSL-JSON