Frag' FlorenceEvidenz. Klar. Anwendbar.
Uhr 7/8Sources Journal Tree
Easy Demo

Crossref · journal-article

Hubungan Durasi Puasa Pre-Operatif dan Durasi Operasi dengan Kejadian Post Operative Nausea and Vomiting Pasien General Anestesi

Ria Rizqy Vidaroini, Sulastyawati, Taufan Arif, Joko Wiyono

Borneo Nursing Journal (BNJ) · 2026 · Band 8 · Ausgabe 2 · S. 3655-3665

Vollständiger Abstract

Worum geht es in dieser Arbeit?

Postoperative Nausea and Vomiting (PONV) merupakan salah satu komplikasi pascaoperasi yang sering muncul pada pasien dengan general anestesi yang dapat menimbulkan ketidaknyamanan dan memperlambat proses pemulihan serta meningkatkan risiko komplikasi lanjutan. Durasi puasa yang terlalu panjang dan lamanya tindakan pembedahan diduga berperan terhadap peningkatan kejadian PONV. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara durasi puasa preoperatif dan durasi operasi dengan kejadian PONV pada pasien general anestesi di salah satu Rumah Sakit di Kota Batu. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain cross-sectional dan melibatkan 60 responden yang dipilih melalui purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan lembar observasi dan instrumen Rhodes Index of Nausea, Vomiting, and Retching (RINVR). Analisis menggunakan uji Spearman’s Rank dan Quantile Regression menunjukkan bahwa kedua variabel berhubungan signifikan dengan kejadian PONV (p<0,001). Model Quantile Regression pada median (q=0,5) menghasilkan nilai Pseudo R² sebesar 0,180, yang berarti 18% variasi skor PONV dijelaskan oleh kedua variable, sedangkan sisanya dipengaruhi oleh faktor lain. Durasi puasa preoperatif memiliki pengaruh paling dominan (B=0,644; p<0,001) dibandingkan durasi operasi (B=0,036; p=0,007). Hasil ini menunjukkan bahwa lamanya durasi puasa preoperative memberikan pengaruh yang lebih dominan terhadap peningkatan kejadian PONV dibandingkan dengan durasi operasi. Puasa berkepanjangan dapat menyebabkan hipoglikemia, ketidakseimbangan elektrolit, dan peningkatan sekresi asam lambung yang menstimulasi Chemoreceptor Trigger Zone (CTZ) dan pusat muntah di batang otak, sehingga meningkatkan sensitivitas terhadap mual dan muntah pascaoperasi.

Bibliografischer Nachweis

Publikationsdaten

Autor:innen
Ria Rizqy Vidaroini, Sulastyawati, Taufan Arif, Joko Wiyono
Quelle
Borneo Nursing Journal (BNJ)
Publikation
2026-08-27
Band / Ausgabe
8 / 2
Seiten
3655-3665
ISSN / ISBN
2685-5054, 2654-8453
Zitationen
0 laut Crossref
Referenzen
0 hinterlegt

Zitieren

Zitierfähiger Nachweis

Ria Rizqy Vidaroini, Sulastyawati, Taufan Arif, Joko Wiyono (2026). Hubungan Durasi Puasa Pre-Operatif dan Durasi Operasi dengan Kejadian Post Operative Nausea and Vomiting Pasien General Anestesi. Borneo Nursing Journal (BNJ), 8 (2), 3655-3665. https://doi.org/10.61878/bnj.v8i2.1072
RIS BibTeX CSL-JSON