Vollständiger Abstract
Worum geht es in dieser Arbeit?
Latar belakang: Penurunan Proses penuaan menyebabkan penurunan fungsi sistem kardiovaskuler yang berdampak pada menurunnya daya tahan kardiovaskuler lansia. Penurunan tersebut dapat mengurangi kemampuan melakukan aktivitas sehari-hari dan meningkatkan risiko gangguan kesehatan. Salah satu upaya untuk meningkatkan daya tahan kardiovaskuler adalah melalui latihan aerobik, seperti Brisk Walking Exercise dan Interval Walking Training. Kedua latihan tersebut memiliki karakteristik yang berbeda sehingga perlu diketahui metode yang lebih efektif dalam meningkatkan daya tahan kardiovaskuler pada lansia.Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Brisk Walking Exercise dan Interval Walking Training terhadap peningkatan daya tahan kardiovaskuler pada lansia serta membandingkan efektivitas kedua metode latihan tersebut.. Metode: Penelitian ini menggunakan desain quasi-experimental dengan pendekatan two group pretest-posttest design. Subjek penelitian berjumlah 22 lansia yang dibagi menjadi dua kelompok perlakuan, yaitu kelompok Brisk Walking Exercise dan kelompok Interval Walking Training, masing-masing terdiri dari 11 responden. Pengukuran daya tahan kardiovaskuler dilakukan sebelum dan sesudah intervensi menggunakan Two Minute Walking Test (2MWT). Analisis data meliputi uji normalitas Shapiro–Wilk, uji homogenitas Levene's Test, uji Paired Sample t-test untuk mengetahui pengaruh masing-masing kelompok, serta uji Mann–Whitney U untuk mengetahui perbedaan pengaruh antar kelompok. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat peningkatan daya tahan kardiovaskuler pada kedua kelompok setelah diberikan intervensi. Hasil uji Mann–Whitney U menunjukkan nilai Asymp. Sig. (2-tailed) = 0,000 (p < 0,05), sehingga terdapat perbedaan pengaruh yang signifikan antara Brisk Walking Exercise dan Interval Walking Training. Berdasarkan nilai Mean Rank, kelompok Interval Walking Training memperoleh nilai sebesar 17,00, lebih tinggi dibandingkan kelompok Brisk Walking Exercise sebesar 6,00, yang menunjukkan bahwa Interval Walking Training memberikan peningkatan daya tahan kardiovaskuler yang lebih besar. Kesimpulan: Brisk Walking Exercise dan Interval Walking Training sama-sama mampu meningkatkan daya tahan kardiovaskuler pada lansia. Namun, Interval Walking Training memberikan pengaruh yang lebih besar dibandingkan Brisk Walking Exercise dalam meningkatkan daya tahan kardiovaskuler.
Bibliografischer Nachweis
Publikationsdaten
- Autor:innen
- Muhammad Sudipta Pirjatullah, Abdillah Choirul Chisholi, Tyas Sari Ratna Ningrum
- Quelle
- Borneo Nursing Journal (BNJ)
- Publikation
- 2026-08-27
- Band / Ausgabe
- 8 / 2
- Seiten
- 3666-3681
- ISSN / ISBN
- 2685-5054, 2654-8453
- Zitationen
- 0 laut Crossref
- Referenzen
- 0 hinterlegt
Zitieren
Zitierfähiger Nachweis
Muhammad Sudipta Pirjatullah, Abdillah Choirul Chisholi, Tyas Sari Ratna Ningrum (2026). Perbedaan Pengaruh Brisk Walking Exercise dan Interval Walking Training terhadap Peningkatan Daya Tahan Kardiovaskuler Pada Lansia. Borneo Nursing Journal (BNJ), 8 (2), 3666-3681. https://doi.org/10.61878/bnj.v8i2.1107