Frag' FlorenceEvidenz. Klar. Anwendbar.
Uhr 7/8Sources Journal Tree
Easy Demo

Lokaler Crossref-Datenbestand · journal-article

Hubungan BMI Dengan Kejadian Hipertensi Pada Lansia Di RSUD Bolaang Mongondow Timur

Kiki Astria Matdjaes, Juliati Koesrini

Borneo Nursing Journal (BNJ) · 2026

Vollständiger Abstract

Worum geht es in dieser Arbeit?

Latar Belakang: Hipertensi merupakan salah satu penyakit tidak menular yang banyak ditemukan pada kelompok lanjut usia (lansia) dan menjadi faktor risiko utama penyakit kardiovaskular. Salah satu faktor yang diduga berhubungan dengan kejadian hipertensi adalah Body Mass Index (BMI). Peningkatan BMI menyebabkan perubahan fisiologis, seperti peningkatan resistensi perifer, aktivasi sistem renin-angiotensin-aldosteron, dan gangguan fungsi endotel yang berkontribusi terhadap peningkatan tekanan darah. Lansia dengan BMI kategori overweight dan obesitas memiliki risiko yang jauh lebih tinggi mengalami hipertensi dibandingkan lansia dengan BMI normal karena akumulasi lemak tubuh meningkatkan beban kerja jantung dan resistensi vaskular. Namun, data mengenai hubungan BMI dengan kejadian hipertensi pada lansia di RSUD Bolaang Mongondow Timur masih terbatas. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan BMI dengan kejadian hipertensi pada lansia di RSUD Bolaang Mongondow Timur. Metode: Penelitian ini menggunakan desain analitik observasional dengan pendekatan cross-sectional. Penelitian dilaksanakan di RSUD Bolaang Mongondow Timur pada Mei 2026. Sebanyak 50 responden dilibatkan dalam penelitian ini, yang seluruhnya merupakan lansia dan dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data BMI diperoleh melalui pengukuran berat badan dan tinggi badan, sedangkan data hipertensi diperoleh melalui pengukuran tekanan darah menggunakan digital sphygmomanometer. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat signifikansi α = 0,05. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden berusia 60–69 tahun (56,0%), berjenis kelamin perempuan (58,0%), memiliki BMI kategori overweight (36,0%), dan mengalami hipertensi (66,0%). Analisis bivariat menunjukkan bahwa proporsi hipertensi tertinggi ditemukan pada responden dengan kategori obesitas (92,3%), diikuti kategori overweight (77,8%), sedangkan proporsi hipertensi lebih rendah pada responden dengan BMI normal maupun kurus. Uji Chi-Square menunjukkan nilai p-value = 0,003 (p < 0,05), yang berarti terdapat hubungan yang signifikan antara BMI dengan kejadian hipertensi pada lansia di RSUD Bolaang Mongondow Timur. Kesimpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara BMI dengan kejadian hipertensi pada lansia di RSUD Bolaang Mongondow Timur. Lansia dengan BMI kategori overweight dan obesitas memiliki risiko yang secara nyata lebih tinggi mengalami hipertensi dibandingkan lansia dengan BMI normal maupun kurus. Temuan ini menegaskan pentingnya pengendalian berat badan melalui pola makan seimbang, aktivitas fisik yang sesuai, dan pemantauan BMI secara berkala sebagai strategi pencegahan hipertensi pada kelompok lansia.

Bibliografischer Nachweis

Publikationsdaten

Autor:innen
Kiki Astria Matdjaes, Juliati Koesrini
Quelle
Borneo Nursing Journal (BNJ)
Publikation
2026-01-01
Band / Ausgabe
Nicht angegeben
Seiten
Nicht angegeben
ISSN / ISBN
2685-5054, 2654-8453
Zitationen
0 laut Crossref
Referenzen
0 hinterlegt

Zitieren

Zitierfähiger Nachweis

Kiki Astria Matdjaes, Juliati Koesrini (2026). Hubungan BMI Dengan Kejadian Hipertensi Pada Lansia Di RSUD Bolaang Mongondow Timur. Borneo Nursing Journal (BNJ). https://doi.org/10.61878/bnj.v8i2.1191
RIS BibTeX CSL-JSON