Vollständiger Abstract
Worum geht es in dieser Arbeit?
Tuberkulosis (TB) masih menjadi masalah kesehatan masyarakat, dan keluarga yang tinggal serumah dengan pasien merupakan kelompok penting dalam deteksi dini. Pada kelompok ini, stigma dapat muncul bersama keterbatasan pengetahuan dan pola pengambilan keputusan di dalam keluarga, sehingga memengaruhi keterbukaan serta kesiapan untuk menjalani pemeriksaan. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan pengetahuan, sikap, praktik, dan faktor budaya dengan stigma TB serta menentukan prediktor yang paling kuat pada keluarga kontak. Penelitian kuantitatif analitik dengan desain potong lintang melibatkan 331 keluarga kontak TB di Kabupaten Ciamis yang dipilih menggunakan proportional stratified random sampling berdasarkan wilayah kerja puskesmas. Data diperoleh melalui kuesioner pengetahuan, sikap, praktik, faktor budaya, dan stigma. Skor komposit dibentuk dengan Principal Component Analysis, kemudian dianalisis menggunakan regresi linear berganda pada IBM SPSS Statistics versi 21. Rerata skor pengetahuan adalah 8,07±6,61; sikap 3,78±0,65; praktik 2,64±0,85; faktor budaya 2,77±0,77; dan stigma 2,82±0,88. Faktor budaya memiliki hubungan positif paling kuat dengan stigma (β=0,429; p
Bibliografischer Nachweis
Publikationsdaten
- Autor:innen
- Undang Ruhimat, Siti Rohimah, Dedi Supriadi, Eli Kurniasih
- Quelle
- Borneo Nursing Journal (BNJ)
- Publikation
- 2026-01-01
- Band / Ausgabe
- Nicht angegeben
- Seiten
- Nicht angegeben
- ISSN / ISBN
- 2685-5054, 2654-8453
- Zitationen
- 0 laut Crossref
- Referenzen
- 0 hinterlegt
Zitieren
Zitierfähiger Nachweis
Undang Ruhimat, Siti Rohimah, Dedi Supriadi, Eli Kurniasih (2026). Faktor Budaya Dan Pengetahuan Sebagai Determinan Stigma Tuberkulosis Pada Keluarga Kontak. Borneo Nursing Journal (BNJ). https://doi.org/10.61878/bnj.v8i2.1467