Vollständiger Abstract
Worum geht es in dieser Arbeit?
Aktivitas engine run-up pada industri Maintenance, Repair, and Overhaul (MRO) menghasilkan kebisingan berintensitas tinggi yang berpotensi menimbulkan penyakit akibat kerja. Penelitian ini bertujuan menganalisis pajanan kebisingan pada aktivitas engine run-up di Run Up Bay PT X, mengidentifikasi dampak kesehatan, serta mengevaluasi pengendalian risiko berdasarkan hierarchy of control. Penelitian menggunakan metode deskriptif observasional dengan pendekatan kualitatif. Data diperoleh dari hasil pengukuran kebisingan menggunakan sound level meter, observasi lapangan, dan informasi dari tim Health, Safety, and Environment (HSE). Hasil penelitian menunjukkan intensitas kebisingan mencapai 102 dBA, melebihi Nilai Ambang Batas 85 dBA untuk 8 jam kerja sesuai Permenaker No. 5 Tahun 2018. Setiap sesi engine run-up berlangsung 30 menit, sedangkan batas pajanan aman pada intensitas tersebut hanya sekitar 9,45 menit per hari kerja. Pajanan ini berpotensi menyebabkan Noise Induced Hearing Loss, tinnitus, gangguan komunikasi, stres kerja, dan gangguan tidur. PT X telah menerapkan pengendalian administratif, penggunaan alat pelindung pendengaran, dan program kesehatan kerja, namun pengendalian rekayasa teknik masih perlu ditingkatkan. Diperlukan penguatan pengendalian rekayasa, pengawasan kepatuhan APD, dan pemantauan audiometri berkala untuk menekan risiko kesehatan pekerja.
Bibliografischer Nachweis
Publikationsdaten
- Autor:innen
- Dicky Ramadan, Arazs Al Wassiy, Yessy Nursya’bani Muzdhalifah, Nico Linggi Pongmasangka
- Quelle
- Health Research Journal of Indonesia
- Publikation
- 2026-01-01
- Band / Ausgabe
- Nicht angegeben
- Seiten
- Nicht angegeben
- ISSN / ISBN
- 2964-7592
- Zitationen
- 0 laut Crossref
- Referenzen
- 0 hinterlegt
Zitieren
Zitierfähiger Nachweis
Dicky Ramadan, Arazs Al Wassiy, Yessy Nursya’bani Muzdhalifah, Nico Linggi Pongmasangka (2026). Analisis Pajanan Kebisingan dan Pengendalian Risiko PAK pada Engine Run-Up di Run Up Bay PT X. Health Research Journal of Indonesia. https://doi.org/10.63004/hrji.v4i6.1411