Vollständiger Abstract
Worum geht es in dieser Arbeit?
Kebisingan merupakan salah satu faktor fisik di lingkungan kerja yang berpotensi menimbulkan gangguan kesehatan pendengaran pada pekerja. Industri farmasi memiliki potensi pajanan kebisingan karena penggunaan mesin produksi dan utilitas yang beroperasi secara mekanis. Penelitian ini bertujuan menggambarkan intensitas kebisingan pada area kerja PT X Farmasi, mengidentifikasi area yang melebihi Nilai Ambang Batas (NAB), serta menyusun rancangan program kesehatan kerja berdasarkan hasil pengukuran kebisingan. Penelitian menggunakan metode deskriptif observasional dengan desain cross-sectional. Data diperoleh melalui pengukuran kebisingan pada 11 titik area kerja menggunakan metode SNI 7231:2009 dan Sound Level Meter Svantek SV 971, serta didukung observasi, wawancara HSE, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 5 dari 11 titik pengukuran memiliki intensitas kebisingan melebihi NAB 85 dBA, yaitu Ruang Tablet 2 32P113, Ruang Primary Packaging, Ruang Kompresor, Ruang Grinding, dan Ruang Genset. Tingkat kebisingan tertinggi terdapat pada Ruang Genset (98,1 dBA), diikuti Ruang Grinding (90,4 dBA) dan Ruang Kompresor (87,5 dBA). Penilaian risiko menunjukkan Ruang Genset memiliki risiko awal sangat tinggi, sedangkan area lainnya berada pada kategori tinggi hingga rendah. Penelitian menyimpulkan bahwa beberapa area kerja PT X Farmasi memiliki potensi pajanan kebisingan tinggi sehingga perlu menjadi prioritas dalam program kesehatan kerja.
Bibliografischer Nachweis
Publikationsdaten
- Autor:innen
- Darunnafisah, Angela Sihotang, Nico Pongmasangka
- Quelle
- Health Research Journal of Indonesia
- Publikation
- 2026-08-22
- Band / Ausgabe
- 4 / 6
- Seiten
- 2515-2527
- ISSN / ISBN
- 2964-7592
- Zitationen
- 0 laut Crossref
- Referenzen
- 0 hinterlegt
Zitieren
Zitierfähiger Nachweis
Darunnafisah, Angela Sihotang, Nico Pongmasangka (2026). Gambaran Intensitas Kebisingan Sebagai Faktor Risiko Gangguan Pendengaran Pekerja PT X Farmasi Di Jakarta. Health Research Journal of Indonesia, 4 (6), 2515-2527. https://doi.org/10.63004/hrji.v4i6.1416