Vollständiger Abstract
Worum geht es in dieser Arbeit?
Diabetes mellitus merupakan penyakit tidak menular dengan prevalensi yang terus meningkat. Salah satu faktor yang berhubungan dengan kondisi ini adalah Night Eating Syndrome (NES), yaitu pola makan berlebihan pada malam hari yang dapat meningkatkan risiko gangguan metabolik. Lansia menjadi kelompok yang rentan mengalami diabetes mellitus akibat penurunan fungsi metabolisme tubuh. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan Night Eating Syndrome (NES) dengan stabilitas kadar gula darah pada lansia diabetes melitus di wilayah kerja Puskesmas Sitiung 1 tahun 2025. Penelitian ini menggunakan pendekatan cross-sectional dengan populasi seluruh pasien lanjut usia Diabetes Mellitus yang berjumlah 71 orang, dengan sampel 60 responden yang dipilih menggunakan purposive sampling. Data dianalisis menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden tidak mengalami Night Eating Syndrome (71,7%) dan kadar gula darah stabil (70%). Terdapat hubungan yang signifikan antara NES dan stabilitas kadar gula darah pada lansia diabetes Mellitus dengan nilai p 0,000 (p<0,05). Diharapkan kepada pihak Puskesmas Sitiung I dapat lebih meningkatkan upaya pencegahan diabetes mellitus melalui identifikasi perilaku Night Eating Sindrom (NES) sebagai salah satu faktor yang menentukan stabilitas kadar gula darah pada lansia diabetes mellitus.
Bibliografischer Nachweis
Publikationsdaten
- Autor:innen
- Rida Suriani, Reli Permata Sari, Candra Syah Putra
- Quelle
- Health Research Journal of Indonesia
- Publikation
- 2026-08-21
- Band / Ausgabe
- 4 / 6
- Seiten
- 2488-2493
- ISSN / ISBN
- 2964-7592
- Zitationen
- 0 laut Crossref
- Referenzen
- 0 hinterlegt
Zitieren
Zitierfähiger Nachweis
Rida Suriani, Reli Permata Sari, Candra Syah Putra (2026). Hubungan Night Eating Syndrome (NES) dengan Stabilitas Kadar Gula Darah pada Lansia Diabetes Mellitus. Health Research Journal of Indonesia, 4 (6), 2488-2493. https://doi.org/10.63004/hrji.v4i6.1521