Vollständiger Abstract
Worum geht es in dieser Arbeit?
Krim merupakan sediaan topikal yang dapat mengantarkan zat aktif ke lapisan kulit dan memberikan kenyamanan saat digunakan. Daun tapak dara (Catharanthus roseus L.) mengandung berbagai senyawa antara lain flavonoid, alkaloid, tanin, dan fenolik yang memiliki potensi sebagai antioksidan alami dalam menangkal radikal bebas. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh perlakuan bleaching dan enkapsulasi terhadap karakteristik fisik krim ekstrak daun tapak dara. Ekstrak diperoleh menggunakan metode Ultrasound-Assisted Extraction (UAE), kemudian dilakukan proses bleaching menggunakan arang aktif dan enkapsulasi berbasis karboksimetil kitosan sebelum diformulasikan menjadi krim. Karakterisasi enkapsulat menggunakan Particle Size Analyzer (PSA) menunjukkan ukuran partikel rata-rata sebesar 1556,4 nm. Evaluasi mutu fisik meliputi uji organoleptik, homogenitas, pH, daya sebar, daya lekat, dan viskositas, kemudian dianalisis menggunakan uji One Way ANOVA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh formulasi memenuhi persyaratan mutu fisik sediaan krim. Perlakuan bleaching dan enkapsulasi memberikan pengaruh signifikan terhadap daya sebar, daya lekat, dan viskositas (p<0,05). Formulasi F3 menunjukkan karakteristik fisik terbaik dibandingkan formulasi lainnya. Dengan demikian, perlakuan bleaching dan enkapsulasi memengaruhi mutu fisik krim ekstrak daun tapak dara, meskipun ukuran partikel hasil enkapsulasi masih berada di atas rentang nanopartikel.
Bibliografischer Nachweis
Publikationsdaten
- Autor:innen
- Siti Munawaroh, Akhmad Al-Bari, Abdul Basith
- Quelle
- Health Research Journal of Indonesia
- Publikation
- 2026-08-21
- Band / Ausgabe
- 4 / 6
- Seiten
- 2494-2503
- ISSN / ISBN
- 2964-7592
- Zitationen
- 0 laut Crossref
- Referenzen
- 0 hinterlegt
Zitieren
Zitierfähiger Nachweis
Siti Munawaroh, Akhmad Al-Bari, Abdul Basith (2026). Pengaruh Bleaching dan Enkapsulasi Terhadap Karakteristik Fisik Krim Ekstrak Daun Tapak Dara (Catharanthus roseus L.). Health Research Journal of Indonesia, 4 (6), 2494-2503. https://doi.org/10.63004/hrji.v4i6.1539