Vollständiger Abstract
Worum geht es in dieser Arbeit?
Antibiotik merupakan obat yang sering digunakan masyarakat untuk mengatasi infeksi bakteri, tetapi penggunaannya tanpa resep dokter masih tinggi dan berisiko meningkatkan resistensi antimikroba. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pengetahuan masyarakat dan menggambarkan pola penggunaan antibiotik tanpa resep dokter di Kelurahan Sikumana, Kota Kupang. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Peneliti mengambil 97 responden dari 10 RW di Kelurahan Sikumana menggunakan teknik cluster sampling, kemudian mengumpulkan data menggunakan kuesioner terstruktur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan masyarakat berada pada kategori cukup baik (41%), sedangkan pola penggunaan antibiotik tanpa resep dokter juga berada pada kategori cukup baik (35%). Sebagian responden masih menganggap antibiotik dapat mengobati flu, batuk, dan demam, sedangkan sebagian lain masih menggunakan antibiotik tanpa konsultasi dokter (35,05%), memberikan antibiotik kepada anggota keluarga lain (45,36%), dan menyimpan antibiotik untuk digunakan kembali (64,95%). Penelitian ini menyimpulkan bahwa masyarakat Kelurahan Sikumana memerlukan edukasi berkelanjutan dari tenaga kesehatan, khususnya apoteker, agar praktik swamedikasi antibiotik yang tidak rasional dapat berkurang.
Bibliografischer Nachweis
Publikationsdaten
- Autor:innen
- Charolus Candra Gong, Tadeus A.L. Regaletha, Cahyani Purnasari
- Quelle
- Health Research Journal of Indonesia
- Publikation
- 2026-08-21
- Band / Ausgabe
- 4 / 6
- Seiten
- 2412-2417
- ISSN / ISBN
- 2964-7592
- Zitationen
- 0 laut Crossref
- Referenzen
- 0 hinterlegt
Zitieren
Zitierfähiger Nachweis
Charolus Candra Gong, Tadeus A.L. Regaletha, Cahyani Purnasari (2026). Kajian Penggunaan Antibiotik Tanpa Resep Dokter dan Tingkat Pengetahuan Masyarakat di Kelurahan Sikumana. Health Research Journal of Indonesia, 4 (6), 2412-2417. https://doi.org/10.63004/hrji.v4i6.1622